Sinkronkan Fiskal Pusat-Daerah, AFI DIY Komitmen pada Kesejahteraan Daerah

Asosiasi Fiskal Indonesia (AFI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) resmi dibentuk, Sabtu (13/12/2014) di Yustisia Room Gadjah Mada University Club Hotel & Convention (UC UGM).

Peresmian dihadiri Ketua Umum AFI, Erwin Eka Kurniawan dan jajaran DPP AFI. Pada pidatonya, Erwin memaparkan empat dasar teori fiskal yang mesti dipegangteguhi Pengurus DPD AFI DIY.

Pertama, kemandirian. Kemandirian berarti berdiri di kaki sendiri. Mengolah anggaran yang masuk dengan cara memaksimalkan sektor daerah dalam pemunculan produk-produk baru yang bisa dijual dan dapat menghasilkan penghasilan daerah, bertujuan menyejahterakan masyarakat sekitar.

Kedua, keterbukaan. Dalam konteks fiskal, keterbukaan sangat diperlukan. Setidaknya, masyarakat dapat mengetahui di mana anggaran muncul dan ke mana anggaran akan dibelanjakan untuk kesejahteraan.

Ketiga, kesejahteraan. AFI DIY dapat merangkul masyarakat DIY untuk ikut berpartisipasi dalam kebijakan fiskal yang berpengaruh pada regulasi pemerintah.

Sementara yang keempat adalah berkesinambungan. Pembentukan AFI DIY bertujuan untuk berpartisipasi dalam kebijakan fiskal yang berpengaruh pada kebijakan pemerintah daerah.

Ketua DPD AFI DIY, Arif Giyanto, menambahkan tiga hal penting sebagai perspektif daerah, yakni patokan yang bertujuan menyejahterakan masyarakat daerah, distribusi peran (desentralisasi) yang bertujuan merangkai masa depan sendiri, dan penyinkronan fiskal pusat dan daerah.

Peresmian AFI DIY hendaknya dapat memicu daerah lain untuk ikut berperan dalam kebijakan anggaran nantinya, dan tentunya untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Referensi:

Scroll to Top